SEMANGAT PELAKSANAAN EVALUASI DIRI SEKOLAH ( EDS ) & PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH ( PTS ) BAGI PENGAWAS DIDAERAH TERPENCIL

Post 22 of 34
New Picture (1)

Oleh : Dra.Parida Ariani,M.Pd.
Widyaiswara LPMP SUMUT

Agar satuan pendidikan dapat memahami landasan filosofis dan melaksanakan program EDS-MSPD dengan baik, diperlukan suatu program pendampingan oleh pengawas yang telah menguasai konsep dan berpengalaman melaksanakan EDS-MSPD. Keberhasilan implementasi EDS-MSPD sangat ditentukan oleh kompetensi, kapasitas, dan komitmen para pengawas dalam membimbing satuan pendidikan melaksanakan EDS.Para pengawas tersebut perlu dipersiapkan dengan baik dan difasilitasi agar mereka dapat memiliki persamaan persepsi dan strategi serta kapasitas yang memadai  dalam melakukan proses pendampingan.Hasil yang diharapkan dari pendampingan ini pengawas memiliki kompetensi dalam :

        1. Konsep penjaminan mutu pendidikan dan implementasinya,

        2. Manual penjaminan mutu pendidikan,

        3. Pengisian instrumen EDS,

        4. Penyusunan profil dan peta mutu dari hasil EDS,

        5. Penggunaan aplikasi sistem informasi penjaminan mutu pendidikan,

        6. Penyusunan RKS berbasis hasil EDS, dan

        7.Pendampingan program EDS di satuan pendidikan.

Kenyataan dilapangan ternyata masih ada pendamping yang belum memahami dan melaksanakan program EDS-MSPD dengan baik, apalagi didaerah terpencil yang fasilitas pendukung dalam melaksanakan EDS sangat tidak memadai bahkan tidak ada sama sekali sehingga banyak kendala dan hambatan yang dihadapi.

Kendala EDS di kabupeten/kota

Berdasarkan implementasi EDS dikab/kota terdapat beberapa kendala / hambatan yang      terjadi diantaranya :

  1. Untuk mengupload  data EDS online sangat sulit
  2. Jaringan internet didaerah sulit didapat
  3. Rendahnya kemampuan/SDM pengawas dalam menggunakan IT
  4. Banyak sekolah yang tidak mempunyai operator
  5. Monitoring yang dilakukan oleh pengawas  yang sudah dilatihi LPMP jarang dilakukan
  6. Rendahnya pemahaman sekolah tentang Standar Nasional Pendidikan terutama mengenai indicator esensial untuk pengisian instrument EDS online.
  7. Banyak sekolah yang  tidak mempunyai komputer.
  8. Pendampingan yang dilakukan pengawas bukan disekolah binaannya sehingga komunikasi tidak lancar disebabkan pengawas tidak mengenal karakteristik sekolah
  9. Substansi untuk instrument siswa yang di printout dan di EDS online tidak sama.
  10. Bahasa pada Instrumen siswa terlalu tinggi sehingga siswa sulit mengartikan
  11. Sebagian pengawas tidak memahami fungsi user dan password
  12. Instrumen EDS online belum dapat sepenuhnya menggali informasi-informasi kelemahan pada sekolah khususnya dalam pencapaian SNP hanya garis-garis besarnya saja.
  13. Sekolah sudah mempunyai dokumen silabus dan RPP tapi tidak tergali dibuat sendiri  atau copy paste sehingga sulit mengisi instrument mengenai  standar proses.
  14. Hasil EDS tidak bisa dilihat pengelolaan datanya oleh pengawas
  15. Hasil EDS online tidak dapat langsung digunakan  setiap Kab/kota sehingga kab/kota tidak memahami pengelolaan data untuk dipetakan menjadi dasar peningkatan mutu pendidikan di kab/kota.

Disamping tugas nya sebagai pendamping disekolah dalam melaksanakan EDS, Pengawas juga diharapkan dapat melakukan Penelitian di sekolah binaannya,salah satunya adalah dengan  melakakukan PTS. Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) adalah jenis penelitian yang dilakukan oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah.

Jenis penelitian ini perlu diperkenalkan kepada kepala sekolah dan pengawas sekolah melalui pendidikan dan pelatihan (diklat ) PTS. Dalam pelaksanaan diklat PTS, diharapkan kepala sekolah dan pengawas sekolah dapat (1) memahami PTS sebagai penelitian ilmiah, (2 ) memahami makna PTS, (3) memahami pe nyusunan usulan PTS, (4) melaksanakan dan melaporkan hasil PTS yang dilakukan dilakukannya. Selama ini, banyak kepala sekolah dan pengawas sekolah yang beranggapan bahwa melakukan PTS itu sulit

Benarkan menulis PTS itu sulit?

Berikut ini disajikan beberapa hal yang memudahkan kepala sekolah dan pengawas sekolah untuk PTS.

 Mengapa kepala sekolah dan pengawas sekolah tidak melakukan PTS ?

Banyak alasan yang dibuat oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah yang tidak mampu menunjukkan laporan PTS-nya. Tiga alasan di antaranya yang sering disebutkan, yaitu (1) tidak ada waktu luang, (2) sulit, dan (3) tidak terbiasa. Apabila dicermati, sebenarnya melakukan PTS itu tidak susah. Pengamatan dan tindakan terhadap permasalahan yang dialami guru telah dilakukan oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah. Hanya laporannya tidak dibuat .

Untuk dapat melalukan PTS, perlu disediakan waktu dan pikiran untuk memulai. Disamping itu, perlu pula disediakan dana khusus yang tidak banyak jumlah.

PTS dilakukan oleh kepala sekolah, pengawas sekolah, pustakawan, laboran, teknisi sumber belajar.Kepala Sekolah melaksanakan tugas-tugas manajerial di sekolah tempatnya memegang jabatan kepala sekolah. Pengawas sekolah melaksanakan tugas-tugas pengawasan disekolah binaannya. Pustakawan melaksanakan tugas-tugas yang terkait dengan perpustakaan sekolah.Laboran melaksanakan tugasnya yang terkait dengan praktek dilaboratorium.

Apa sesungguhnya perbedaan PTS dengan PTK? PTS dilakukan oleh non guru ( kepala sekolah dan pengawas sekolah, pustakawan, laboran, teknisi sumber belajar), sedangkan PTK dilakukan oleh guru.Fokus PTS bagi pengawas sekolah supervise manajerial dan supervise akademik.

Hakikat Penelitian Tindakan Sekolah

Penelitian tindakan sekolah dilaksanakan oleh pengawas sekolah pada saat melaksanakan tugas pengawasan di sekolah binaannya. PTS tidak boleh mengganggu tugas kepala sekolah dan pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas. PTS tidak boleh terlalu banyak menghabiskan waktu. Pelaksanaan PTS dilakukan dalam bentuk metode dan teknik yang konsisten dengan rancangan yang telah dibuat.

Masalah yang dikaji diangkat dari pengalaman kepala sekolah dan pengawas sekolah sehingga jenis tindakan yang dirancang diarahkan pada pemecahan masalah yang actual yang dihadapi kepala sekolah dan pengawas sekolah. PTS harus mengikutu etika kerja yang berlaku, misalnya memberitahukan terlebih dahulu kepada sasaran tindakan dalam hal jadwal kegiatan tindakan, jenis tindakan serta hasil yang diharapkan.

Fokus mencari metode atau sistem kerja pengawasan yang lebih baik agar diperoleh hasil yang lebih optimal pada sekolah binaan. Hal tersebut dimaksudkan untuk membelajarkan sasaran agar meningkatkan kemampuan untuk berubah dan mau mempertinggi kinerjanya. PTS yang dilakukan lebih membiasakan kepala sekolah dan pengawas sekolah dalam hal mengamati, menilai, menulis, membuat catatan, mengelola dan menganalisis data, menyusun laporan hasil penelitian dalam bentuk karya ilmiah. PTS mempertinggi kemampuan professional kepala sekolah dan pengawas sekolah, baik pada pelaksanaan tugas pokok dan tanggung jawabnya maupun dalam dimensi kompetensi penelitian pengembangan. PTS meningkatkan kompetensi kepala sekolah, guru, laboran, pustakawan dalam melaksanakan tugasnya. Namun, dalam tulisan singkat ini pembahasan difokuskan pada PTS yang dilakukan pengawas sekolah.

Jenis Tindakan Kepengawasan

Jenis tindakan kepengawasan bagi pengawas sekolah meliputi pemantauan, penilaian, dan pembinaan. pemantauan kegiatannya meliputi pengamatan perekaman dengan catatan, dan kunjungan kelas. Penilaian meliputi tes (lisan – tulisan – tindakan), wawancara, observasi,analisis kasus, analisis dokumen, analisis konten, portofolio. Pembinaan meliputi rapat, diskusi,seminar, workshop, bimbingan teknis, studi banding, penelitian, demonstrasi, sumulasi, supervise klinis.

Sebelum menulis PTS, ada beberapa hal yang harus dilakukan di antaranya harus

membaca hasil penelitian Harus membaca literatur/buku. Buku yang dibaca sebaiknya buku yang diterbitkan 5 tahun terakhir. Buku tersebut ditulis oleh penulis yang kualitas keilmuannya tidak diragukan (doktor, profesor, magister).

Menulis Judul PTS

Judul harus ditulis secara menarik. Di dalamnya harus ada masalah, tindakan pemecahannya, dan subjek yang akan ditingkatkan. Dalam judul PTS harus ada :

(1) masalah apa yang akan dipecahkan/diatasi, (2) tindakan yang dilakukan, dan (3) subjek yang akan ditingkatkan. Contoh, (1) Upaya Meningkatkan Motivasi Mengajar Guru melalui Diklat Motivasi Berprestasi bagi Guru SMPN 1 Medan. (2) Peningkatan Kemampuan Mengajar Guru Bahasa Indonesia Melalui Pemodelan di Wilayah Kepengawasan gugus 2 diKota Medan. Contoh judul 1 adalah contoh PTS yang dilakukan oleh kepala sekolah, sedang judul 2 merupakan contoh judul PTS yang dilakukan oleh pengawas sekolah.

Materi Penulisan PTS

Materi penulisan PTS bagi pengawas sekolah, dilakukan kegiatan pemantauan, kegiatan penilaian, dan kegiatan pembinaan (Sujana, 2008). Ketiga bentuk kegiatan ini dilakukan sebagai berikut.

Kegiatan Pemantauan

  1. Pengamatan terhadap kegiatan dalam  melaksanakan pembelajaran dalam rangka  mempertinggi hasil belajar siswa.
  2. Pencatatan kesalahan guru dalam membuat RPP untuk mempertinggi kualitas pembelajaran.
  3. Perekaman prilaku guru dalam melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan handycam dalam rangka melaksanakan supervisi klinis.

Kegiatan Penilaian

  1. Meningkatkan kemampuan profesional guru melalui penilaian portofolio
  2. Uji kompetensi guru dalam rangka meningkatkan kinerja guru
  3.  Analisis silabus yang dibuat guru dalam rangka meningkatkan mutu    pelaksanaan KTSP.

 Kegiatan Pembinaan

  1. Peningkatan kemampuan guru dalam membuat tes hasil belajar melalui  workshop penyusunan butir soal.
  2. Bimtek PTK dalam upaya meningkatkan kemampuan guru menyusun proposal penelitian tindakan kelas.
  3. Diskusi terfokus membuat silabus dalam rangka meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan   KTSP.

PTS (Manajerial)

Kegiatan Pemantauan

  1. Pengamatan terhadap pelaksanaan ujian sekolah dalam rangka meningkatkan kinerja sekolah
  2. Pencatatan kesalahan administrasi kesiswaan yang dibuat tenaga administrasi untuk mempertinggi   kualitas administrasi sekolah.
  3.  Perekaman prilaku kepala sekolah dalam memimpin rapat dewan guru dalam rangka membina kepemimpinan kepala sekolah.

Kegiatan Penilaian

  1. Peningkatan kemampuan profesional kepala sekolah melalui penilaian kinerja kepala sekolah
  2. Pemeriksaan administrasi sekolah dalam rangka persiapan akreditasi sekolah
  3. Analisis RAPBS yang dibuat kepala sekolah untuk meningkatkan mutu pengelolaan administrasi keuangan sekolah

Kegiatan Pembinaan

  1. Peningkatan kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan MBS melalui workshop pengelolaan sekolah
  2. Bimtek PTS dalam upaya meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam menyusun penelitian tindakan sekolah
  3. Diskusi terfokus peningkatan mutu lulusan dalam rangka pelaksanaan delapan standar nasional pendidikan.

Untuk lebih memahami mengenai PTS bagi pengawas sekolah, berikut ini dipaparkan keterangan tambahan mengenai kajian pengawasan.Masalah penelitian dalam bidang pengawasan akademik dapat diidentifikasi dalam tema-tema antara lain meningkatkan kemampuan guru dalam proses pembelajaran Matematika, IPA, IPS, Bahasa, Olah raga kesehatan, Seni dan Budaya, Keterampilan/Muatan local,Pendidikan moral, Meningkatkan  penilaian hasil belajar siswa, menggunakan media dan sumber belajar, memanfaatkan lingkungan belajar, menyusun dan melaksanakan program BK, merencanakan pembelajaran, melaksanakan pross pembelajaran, pembelajaran di laboratorium, pembelajaran dilapangan, PTK, danmenggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk pembelajaran.

Masalah penelitian bidang pengawasan manajerial:

  1. Membina Kepala Sekolah dalam melaksanakan visi, misi dan tujuan sekolah
  2. Membina kepala sekolah dalam menyusun perencanaan pendidikan pada sekolahnya
  3. Membina kepala sekolah dalam melaksanakan program pendidikan pada sekolahnya
  4. Membina kepala sekolah dalam menyusun rencana anggaran biaya sekolah
  5. Membina kepala sekolah dalam melaksanakan manajemen berbasis sekolah
  6. Membina kepala sekolah dalam mengembangkan sarana dan prasaran pendidikan
  7. Membina kepala sekolah dalam pengelolaan keuangan sekolah
  8. Membina kepala sekolah dalam mengembangkan kemampuan guru dan staf sekolah
  9. Membina kepala sekolah dalam menjalin hubungan dengan masyarakat
  10. Membina kepala sekolah dalam memberdayakan komite sekolah
  11. Membina kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan
  12. Membina kepala sekolah dalam mengembangkan perpustakaan dan sumber-sumber belajar lainnya
  13. Membina kepala sekolah dalam mengembangkan program bimbingan konseling di sekolah
  14. Membina kepala sekolah dalam mengembangkan kegiatan kesiswaan
  15. Membina kepala sekolah dalam mengembankan kegiatan ekstrakurikuler
  16. Membina staf sekolah dalam melaksanakan administrasi kesiswaan
  17. Membina staf sekolah dalam melaksanakan administrasi kepegawaian
  18. Membina staf sekolah dalam melaksanakan administrasi keuangan
  19. Membina staf sekolah dalam melaksanakan administrasi sarana pendidikan
  20. Membina staf sekolah dalam melaksanakan administrasi kurikulum
  21. Menilai kinerja kepala sekolah dalam melaksanakan fungsi-fungsi kepeminpinan
  22. Menilai kinerja staf sekolah dalam melaksanakan administrasi sekolah
  23. Menilai pelaksanaan standar nasional pendidikan di sekolah
  24. Memantau pelaksanaan ujian nasional di sekolah

Berdasarkan uraian singkat di atas, jelaslah bahwa PTS sebenarnya tidak sulit untuk dilakukan. Akan tetapi, sesuatu yang mudah untuk dilakukan karena sesungguhnya hanya mendokumentasi kegiatan yang dilakukan. Hanya saja PTS itu tidak bisa dilakukan apabila tidak ada keberanian untuk melakukannya. Berani mencoba berarti berani membebaskan diri dari keraguan melakukan PTS. Dengan demikian, PTS dapat dihasilkan oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah sehingga tidak lagi kesulitan membuat karya pengembangan profesi untuk naik pangkat.

DAFTAR PUSTAKA  :

1.Juklak Program Penjaminan Mutu pendidikan 2012 oleh Kemdikdud dan BPSDMP.

2.Samsul Alam. 2012.Karya tulis Penelitian Tindakan Sekolah.

3. Suharjono.2010. Penelitian Tindakan Sekolah.

4. Dhony Firmansyah,S.Si.2008.Karya Tulis disampaikan dalam Pelatihan “Sukses Membuat  Proposal Penelitian yang Bermutu” Kumiko Education Centre.

5.Dialog dari berbagai sumber.

This article was written by admin